Pegasus Academy bekerjasama dengan Yayasan Putera Indonesia Malang (PIM) menggelar seminar cara efektif berkomunikasi dengan pesan chat, Senin (30/12) siang. Acara yang digelar khusus dan sangat menarik itu, diberikan langsung oleh Budi Fajar, Owner Pegasus Academy di ruang aula milik Yayasan PIM Jalan Barito No 5 Kota Malang.

Apalagi, praktisi digital marketing ini, memberikan tujuh materi yang berkaitan dengan tema seminar yakni Goal, Closing dengan Chatting. Mulai dari cara efektif berkomunikasi dengan pesan chat, menggunakan chat client gratis dengan maksimal, dasar komunikasi personal hingga memilih kata (diksi) agar orang tertarik membeli produk.

Selain itu, diajarkan pula cara menulis promosi lebih efektif dan menarik, membalas chat dengan efektif dan goal hingga membuat kata-kata yang membalik komplain menjadi beli lebih banyak. Ketua Yayasan PIM, Moch. Wahyudi, SE mengatakan, seminar ini memang cocok diadakan untuk mereka yang ingin mempengaruhi orang untuk membeli produk lebih banyak.

“Mulai customer service, administrasi, sales, promotor, penjual langsung, mahasiswa atau pelajar yang ingin usaha, telemarketer, karyawan yang ingin memiliki usaha sendiri dan masih banyak lagi,” terangnya. “Ilmunya sangat bermanfaat dan peserta dapat melakukan konsultasi seterusnya,” paparnya.

Sementara itu, Budi Fajar mengungkapkan komunikasi yang baik, tidak hanya untuk kalangan usaha. Tapi juga untuk antarkaryawan, karyawan ke pimpinan atau guru ke murid. “Yang memprihatinkan seringkali cara komunikasi seperti menjual produk, bertele-tele tapi pesan yang disampaikan kosong. Artinya, apa yang mau disampaikan, bubar,” ucapnya.

Seminar Goal, Closing dengan Chatting, lanjutnya, lebih bertujuan agar apa yang disampaikan dalam berjualan selalu closing. “Banyak pertanyaan dari teman-teman UKM yang datang dalam seminar ini, tentang bagaimana menjalin komunikasi dengan calon pembelinya agar dapat closing atau barang dagangannya terbeli dalam jumlah yang banyak,” tambah dia.

Menurut dia, fokus adalah hal yang utama. “Dalam bisnis, lupakan privasi. Termasuk nomor ponsel yang digunakan,” tegasnya. Budi, sapaannya, menyontohkan salut dengan apa yang dilakukan oleh pegiat usaha kopi karena mereka banyak mengandalkan pendekatan emosional. Seperti penggunaan nama dalam brand bisnis kopi yang dijual.

“Tidak hanya sekadar jual kopi ataupun mengenalkan cafe. Tapi pengusaha cafe kopi juga menceritakan keunggulan dibalik cerita kopi. Identitas kopi terangkat apalagi saat ini banyak anak muda yang suka dengan kopi. Penamaan-penamaan brand bisnis kopi sangat bagus. Konsumen secara otomatis tergiring. Nah, yang terpenting, lihat siapa konsumen Anda,” pesannya.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *