
MALANG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM). Aghatan, murid kelas XII Teknik Kimia Industri, berhasil meraih gelar Winner Putra Duta Siswa Inspiratif Indonesia (DSII) Batch 4 Tahun 2026, sebuah ajang yang diselenggarakan oleh Prestasi Indonesia Mandiri.
Ajang DSII menjadi wadah bagi para pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengembangkan potensi kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan memberikan inspirasi dan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Aghatan yang sebelumnya menempuh pendidikan di SMK Insan Amanah mengaku mengikuti ajang tersebut bukan sekadar untuk mengejar prestasi. Sebagai murid SMK PIM, ia ingin memberikan kontribusi nyata sekaligus menjadi sosok yang mampu menginspirasi dan mengayomi teman-teman sebaya.
“Motivasi utama saya mendaftar adalah untuk berkontribusi dan memberikan dampak nyata. Saya ingin menjadi pelajar yang inspiratif, sekaligus mampu mengayomi teman-teman sebaya serta masyarakat luas,” ujar Aghatan.
Perjalanan Aghatan menuju posisi puncak tidak berlangsung mudah. Ia harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang cukup panjang dan ketat, mulai dari seleksi berkas, Video Challenge, Grand Final Top 5, wawancara Top 3, hingga babak debat untuk menentukan posisi juara.
Pada tahap Video Challenge, Aghatan berhasil masuk dalam Top 4 Video Challenge Terbaik. Prestasi tersebut mengantarkannya ke babak Grand Final dan masuk dalam jajaran Top 5 Grand Finalis. Setelah melalui sesi presentasi dan wawancara mendalam, ia kembali menunjukkan kemampuannya hingga berhasil menembus Top 3.
Persaingan semakin ketat ketika memasuki babak debat. Di tahap tersebut, para finalis harus menunjukkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan, sekaligus mempertahankan argumentasi secara baik untuk memperebutkan posisi juara.
Rangkaian kompetisi kemudian ditutup dengan Welcoming Party dan malam pelantikan sebagai Duta Murid Inspiratif Indonesia.
Ajang DSII Batch 4 Tahun 2026 sendiri diikuti sekitar 450 peserta dari Sabang sampai Merauke yang mewakili 34 provinsi di Indonesia. Para peserta datang dari berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, serta sejumlah wilayah lainnya.
Pada akhirnya, gelar Winner Putra berhasil dibawa pulang oleh perwakilan Jawa Timur, yakni Aghatan.
Di balik keberhasilannya, Aghatan mengaku menghadapi tantangan besar, terutama dalam membagi waktu antara kewajiban sebagai pelajar dengan agenda kompetisi.
“Yang paling menantang adalah harus mengorbankan banyak waktu, memikirkan konsep ide proyek yang matang, serta menjaga kualitas performa secara maksimal,” katanya.
Untuk mengatasinya, ia menerapkan skala prioritas dengan mencatat seluruh agenda dan menentukan kegiatan yang paling penting serta mendesak. Kedisiplinan dalam mengatur waktu menjadi kunci agar tanggung jawab sebagai murid SMK PIM tetap berjalan beriringan dengan aktivitasnya sebagai finalis DSII.
Tak berhenti pada gelar juara, Aghatan juga telah menjalankan sejumlah proyek yang berorientasi pada edukasi dan motivasi pelajar. Salah satunya melalui pembuatan konten edukatif dan unggahan ajakan positif di Instagram untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelajar, memberikan edukasi, sekaligus menumbuhkan motivasi untuk melakukan hal-hal positif. Bahkan sebelum memasuki Grand Final DSII, Aghatan telah mendapat kesempatan menjadi narasumber di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 Malang.
Ke depan, ia berencana mengembangkan proyek “goes to school” dengan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk merangkul dan mengayomi para pelajar, khususnya di Jawa Timur dan daerah asalnya.
Melalui kegiatan tersebut, Aghatan berharap dapat terus mengasah kemampuan kepemimpinan, menjadi teladan positif, serta memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitar dan keluarga besar SMK PIM.
Menutup perbincangan, Aghatan menyampaikan pesan kepada seluruh murid SMK PIM agar tidak takut menghadapi kegagalan.
“Jangan pernah takut gagal. Jika kalian jatuh, bangkitlah kembali. Ingat bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Habiskan jatah gagalmu sekarang, dan petiklah tiket keberhasilanmu di masa depan!”
Prestasi Aghatan menjadi bukti bahwa murid SMK tidak hanya mampu unggul dalam bidang keahlian, tetapi juga dapat berkiprah di tingkat nasional melalui kepemimpinan, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi generasi muda Indonesia.
BACA JUGA : Cetak Sejarah Baru! 10 Siswa SMK PIM Berhasil Terbitkan Buku Antologi Bersama Sutejo Spectrum Center
