PMR SMK PIM RAIH JUARA MADYA

ANTIKA PUTRI PERMATA SARI DAN TIM  BANGGA KENALKAN SEKOLAH DI TINGKAT KOTA MALANG

MALANG – Prestasi membanggakan diraih Palang Merah Remaja (PMR) SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM) dalam kegiatan Latihan Gabungan PMR yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang pada 10–11 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, PMR SMK PIM berhasil meraih Juara Madya atau Juara 2 tingkat Wira melalui penilaian mandiri.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Antika Putri Permata Sari, siswi kelas XI Farmasi Industri yang menjabat sebagai Ketua PMR SMK PIM atau LASPRAJA periode 2026/2027. Baginya, prestasi tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan juga kesempatan untuk memperkenalkan SMK PIM kepada masyarakat yang sebelumnya belum mengenal sekolah tersebut.

“Perasaan saya sangat senang dan terharu karena bisa membuat orang-orang yang awalnya belum tahu SMK Putra Indonesia Malang, sekarang mulai tahu bahwa sekolah PIM ini ada. Saya juga bersyukur karena tidak menyangka usaha dan pengalaman selama mengikuti kegiatan ini bisa menghasilkan pencapaian yang membanggakan,” ungkap Antika.

Antika menjelaskan, kegiatan tersebut sebenarnya bukan kompetisi, melainkan Latihan Gabungan PMR yang diselenggarakan setiap tahun. Rangkaian acaranya meliputi penyampaian materi serta pemilihan koordinator Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) yang baru.

SMK PIM sendiri baru mengikuti kegiatan Latihan Gabungan tersebut selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2025 dan 2026. Meski terbilang masih baru, keikutsertaan ini menjadi pengalaman berharga bagi para anggota PMR untuk memperluas relasi, menambah wawasan, serta mengembangkan kemampuan berorganisasi.

Persiapan Penilaian Mandiri Berbasis Data Tiga Tahun

Keberhasilan meraih Juara Madya tidak lepas dari persiapan yang dilakukan Antika bersama rekan-rekannya. Dalam penilaian mandiri, mereka mengumpulkan dan menyusun data kegiatan PMR selama tiga tahun terakhir. Proses tersebut mendapat bantuan dari teman-teman kelas XI serta kakak kelas yang sebelumnya telah aktif mengembangkan kegiatan PMR di SMK PIM.

Menurut Antika, kelengkapan data dan rekam jejak kegiatan organisasi menjadi bagian penting dalam persiapan tersebut. Ia juga mengapresiasi kontribusi para anggota yang telah membantu mengumpulkan informasi sehingga penilaian mandiri dapat disusun dengan baik.

“Piala ini bisa kami bawa pulang berkat kerja sama dengan teman-teman yang membantu menyiapkan penilaian mandiri. Data dari kakak-kakak PMR sebelumnya juga sangat membantu karena kegiatan yang sudah dijalankan membuat dokumen penilaian kami lebih lengkap,” jelasnya.

Selain penilaian mandiri, Antika juga berkesempatan masuk dalam empat besar calon koordinator FORPIS. Dalam proses tersebut, ia bersaing dengan perwakilan SMK Negeri 2 Malang, SMK Negeri 3 Malang, MAN 2 Kota Malang, dan SMK PIM.

Pengalaman itu menjadi tantangan tersendiri bagi Antika, terutama dalam menyampaikan gagasan di hadapan banyak orang. Para calon koordinator dituntut untuk menunjukkan pola pikir, menyampaikan visi dan misi, serta mempersiapkan program kerja yang akan dijalankan apabila terpilih.

Ketertarikan Antika terhadap organisasi PMR berawal dari keinginannya untuk terus berkembang. Ia merasa memiliki ketertarikan kuat pada dunia kepalangmerahan dan ingin mendapatkan relasi, teman, serta pengalaman baru melalui berbagai kegiatan organisasi.

Disiplin dan Percaya Diri Jadi Kunci

Bagi Antika, keberanian berbicara di depan umum merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki seorang pemimpin organisasi. Ia menilai kedisiplinan, kepercayaan diri, serta kemampuan menyampaikan gagasan dengan baik dapat membantu seseorang menarik perhatian sekaligus membangun komunikasi yang efektif.

Ia juga menegaskan bahwa prestasi yang diraih bukan hasil kerja individu semata. Dukungan fasilitator, rekan-rekan PMR kelas XI, kakak kelas, serta pihak sekolah memiliki peran penting dalam keberhasilan tersebut.

Antika menyampaikan apresiasi kepada Kak Alinda selaku fasilitator, teman-teman PMR, para senior yang membantu menyediakan data kegiatan tahun-tahun sebelumnya, serta sekolah yang telah mendukung keikutsertaan mereka dalam Latihan Gabungan PMI Kota Malang.

“Juara ini bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja sama, kedisiplinan, dan semangat untuk terus belajar sangat penting. Prestasi ini memotivasi saya untuk menjadi anggota PMR yang lebih baik,” tuturnya.

Ingin Berbagi Ilmu Kepalangmerahan

Ke depan, Antika bertekad terus mengembangkan kemampuan di bidang kepalangmerahan dengan mengikuti berbagai kegiatan, kompetisi, dan perlombaan yang tidak mengganggu waktu belajar di sekolah. Ia juga ingin menerapkan ilmu yang diperoleh secara bertahap kepada teman-teman yang belum bergabung dalam organisasi PMR.

Baginya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar. Semangat kepedulian dan kesiapsiagaan dalam membantu sesama menjadi nilai yang ingin terus ia tumbuhkan bersama rekan-rekannya.

Kepada para pelajar yang ingin mengembangkan diri melalui organisasi, Antika berpesan agar tidak takut mencoba dan tidak mudah menyerah. Menurutnya, setiap kegiatan merupakan kesempatan untuk belajar, memperluas pengalaman, serta membangun karakter.

“Teruslah belajar, disiplin, jaga kekompakan, dan manfaatkan setiap kegiatan sebagai kesempatan untuk berkembang. Ingat, tujuan PMR bukan hanya meraih prestasi, tetapi juga belajar peduli dan menolong sesama tanpa membedakan,” pungkasnya.

Prestasi PMR SMK PIM dalam Latihan Gabungan PMI Kota Malang 2026 ini diharapkan menjadi motivasi bagi para anggota untuk terus meningkatkan kualitas organisasi, memperkuat semangat kemanusiaan, dan membawa nama baik sekolah melalui kegiatan positif.

 

BACA JUGA : MURID KELAS X FARMASI INDUSTRI SMK PIM RAIH DUA MEDALI PERAK DI AJANG OLIMPIADE NASIONAL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *