MEETEXPERT SMK PIM BERSAMA PT INDOLAKTO

Bekali Murid Pemahaman Supply Chain Industri Pengolahan Susu, Hadirkan Praktisi Sekaligus Orang Tua Murid

MALANG – Dunia industri tidak cukup dipelajari hanya dari buku dan ruang praktik. Memahami bagaimana sebuah industri bekerja secara nyata menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang siap memasuki dunia kerja. Hal itulah yang dihadirkan SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM) melalui program Meet Expert bersama PT Indolakto.

Kegiatan yang diikuti murid kelas X Teknik Kimia Industri (TKI) tersebut menghadirkan Moch. Sarifudin Eko Wahyudianto, Operator Produksi PT Indolakto, yang juga merupakan orang tua murid kelas X TKI, Syifa Shadrina Anggraeni. Dalam kesempatan tersebut, murid mendapatkan wawasan mengenai supply chain pada industri pengolahan susu, sekaligus gambaran nyata mengenai aktivitas dan tuntutan kerja di industri.

Materi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman teori. Murid diajak melihat bagaimana rantai pasok menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan proses produksi, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga proses produksi berjalan secara efektif dan sesuai standar industri.

Kehadiran praktisi yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan proses produksi menjadi pengalaman tersendiri bagi murid. Mereka dapat memperoleh gambaran mengenai lingkungan kerja, tanggung jawab tenaga industri, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat berkembang di dunia kerja.

Di akhir kegiatan, Sarifudin memberikan penguatan kepada para murid agar tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga serius membangun keterampilan dan karakter kerja sejak berada di bangku sekolah.

Menurutnya, SMK PIM memiliki lingkungan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Ia mengaku senang dan bersyukur dapat melihat perkembangan sekolah sekaligus menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran anaknya.

“Saya sangat senang dan bersyukur. PIM ini bagus. Saya melihat teman-teman alumni juga sangat bagus. Sekolah kimia satu-satunya ya di PIM. Saya berharap anak saya bisa belajar dengan baik dan mempunyai skill yang lebih baik dari saya,” ujarnya.

Ia juga menilai SMK PIM menjadi pilihan yang tepat bagi murid yang ingin menekuni bidang Teknik Kimia Industri maupun Farmasi Industri.

“SMK PIM pilihan terbaik untuk anak, khususnya jurusan Teknik Kimia Industri dan Farmasi Industri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Konsentrasi Keahlian Teknik Kimia Industri SMK PIM, Kurnia Kumala Dewi, S.Si., Gr, menegaskan bahwa Meet Expert dirancang sebagai jembatan antara pembelajaran di sekolah dengan realitas dunia industri.

“Meet Expert memiliki peran penting dalam menjembatani pembelajaran di sekolah dengan dunia industri. Yang dijembatani bukan hanya pengetahuan, tetapi juga soft skill dan budaya kerja yang ada di industri,” terang Dewi.

Menurutnya, terdapat kekhasan dalam pelaksanaan Meet Expert untuk kelas X TKI. Narasumber diprioritaskan berasal dari kalangan wali murid yang memiliki profesi linier dengan konsentrasi keahlian yang dipelajari murid.

Konsep tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi wali murid terhadap kegiatan pendidikan di sekolah. Lebih dari itu, pengalaman profesional para wali murid diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi murid dalam menentukan arah cita-cita dan karier.

“Dengan adanya Meet Expert dari wali murid, murid mendapatkan contoh nyata mengenai profesi yang sesuai dengan konsentrasi keahlian mereka. Ini memberikan gambaran bahwa apa yang mereka pelajari di sekolah memiliki keterkaitan langsung dengan pekerjaan di industri,” jelasnya.

Dewi menambahkan, selama ini masih ada anggapan bahwa lulusan Teknik Kimia Industri identik dengan pekerjaan di laboratorium. Padahal, peluang kerja bidang tersebut jauh lebih luas.

Melalui Meet Expert, murid diperkenalkan dengan beragam job profile di industri, mulai dari produksi, incoming raw material, pengelolaan limbah hingga Production Planning and Inventory Control (PPIC).

“Kimia industri masih sering dipersepsikan hanya bekerja di laboratorium. Padahal, job profile Teknik Kimia Industri sangat luas. Ada bagian produksi, incoming raw material, pengelolaan limbah, bahkan PPIC. Meet Expert memberikan wawasan bahwa peluang kerja mereka tidak hanya di laboratorium,” paparnya.

Kegiatan untuk murid kelas X tersebut juga menjadi momentum penting untuk membangun pemahaman sejak awal mengenai alasan di balik materi yang mereka pelajari. Dengan melihat penerapannya secara langsung di industri, murid diharapkan tidak lagi memandang materi pembelajaran sebagai sekadar teori.

“Dengan Meet Expert, murid bisa mendapatkan gambaran nyata untuk apa mereka belajar berbagai materi di sekolah. Harapannya, pengalaman ini semakin meningkatkan motivasi murid untuk belajar dan mempersiapkan diri menghadapi dunia industri,” pungkas Dewi.

Melalui kolaborasi antara sekolah, industri, dan orang tua murid tersebut, SMK PIM terus memperkuat pembelajaran berbasis dunia kerja. Meet Expert sekaligus menjadi ruang bagi murid untuk mengenal profesi secara lebih dekat, memahami budaya industri, dan mempersiapkan kompetensi sejak dini.

BACA JUGA : SISWA SMK PIM UNJUK GIGI DI AJANG SAINS, AGATHAN BAWA PULANG MEDALI EMAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *