Hidden Marigold
Ciptaan: Caesya Maulida Ryaniswan dari SMP Islam Sabillah Malang
Pemenang Lomba Juara 1 Penulisan Cerpen Ekstern Tingkat SMP Se – Malang Raya Dalam Rangka Peringatan Sumpah Pemuda

Suatu hari, di saat hujan salju ada sebuah kelompok Pemburu yang lewat di tengah Hutan Belantara .Hutan itu adalah tempat tinggal para Pixy yaitu tempat tinggal para peri yang sedang menciptakan sebuah bunga Marigold yang ajaib, sedangkan para pemburu itu hanya berniat berteduh dibawah pohon yang rindang supaya mereka tidak kehujanan dan berniat menginap sampai hujannya berhenti.Para pemburu itu berjumlah tiga orang yaitu Clay, Aiden, dan kembarannya Xiao.Mereka adalah anak berdarah campuran Irlandia dan China yang dibesarkan di tempat yang berbeda, namun mereka mempunyai nama dan latar belakang yang sama, mereka berdua dipisahkan karena pekerjaan orang tua mereka yang sangat sibuk.
Namun mereka dapat bertemu kembali karena kedua orang tua mereka telah meninggal dan mereka mendapatkan warisan yang begitu banyak, dari warissan itulah yang mereka gunakan untuk bertemu dan melanjutkan hidup.Setelah meraka bertemu mereka mempunyai teman baru bernama Clay, Clay adalah anak seorang petani yang suka berburu dan menjelajah dari pada anak seusianya yang seharusya belajar disekolah, dia tidak melanjutkan sekolah karena ayahnya tidak mampu membiayai sekolahnya. Clay juga sebenarnya seorang piatu sejak umur 10 tahun, ibunya meninggal karena suatu penyakit dan tidak dapat disembuhkan. Clay suka menjelajah dan berburu supaya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menjual hasil buruan dan juga mencari kayu.
Clay, Aiden, dan Xiao bertemu saat sedang makan disebuah kedai, mereka bertemu karna ketidak sengajaan Xiao menabrak Clay yang sedang membawa makanan untuk ayahnya yang separuh baya dirumah.Clay saat itu sangat marah hingga ingin memukul Xiao namun karna saat itu Xiao bersama Aiden ia pun melindungi Xiao adiknya dan mengganti makanan yang tidak sengaja di tumpahkan oleh Xiao, setelah Aiden mengganti makanan Clay, ia memutuskan untuk mengikuti Clay ke rumahnya dan berbincang-bincang.Setelah berbincang-bincang Aiden dan Xiao pulang kerumah yang ternyata tidak jauh dari rumah Clay.Setelah beberapa hari mereka menjadi teman yang baik.Clay juga sering mengajak Aiden dan Xiao menjelajah bersama ke hutan sambil mengajari mereka cara berburu.
Setelah 6 bulan mereka berteman, Aiden dan Xiao mendapatkan kabar bahwa ayah Clay terkena suatu penyakit yang hampir sama dengan ibunya setelah diteliti oleh dokter keluarga Aiden, ternyatu itu penyakit keturunan jadi sangat mungkin jika suatu saat nanti Clay akan terkena penyakit yang sama dan mati.Namun karena mereka kini telah menjadi sahabat Xiao memutuskan untuk mencari obat untuk menyembuhkan Clay.Dengan kepintaran Xiao dia mencari obat-obatan tradosioanal yang berada di Hutan Belantara, tepatnya berada di bukit Pixy yang penuh bunga Marigold ajaib menurut legendanya, walaupun itu hanya sebuah legenda Clay dan Aiden percaya terhadap perkataan Xiao.
Mereka pun membantu Xiao untuk mencari Peta menuju bukit Pixy itu, dengan cara mengunjugi setiap perpustakaan yang ada di kota mereka yaitu kota Fujiyama, walaupun kota itu tidak terlalu berkembang, di kota itu juga sangat banyak informasi yang tidak banyak diketahui dunia luar sehingga Aiden dan Clay dapat mencari informasi tentang Peta menuju bukit Pixy dengan mudah, Aiden memberikan informasi itu kepada Xiao setelah di baca ternyata itu hanya sebuah teka-teki yang harus di pecahkan, akhirnya Xiao memecahkan teka-teki itu hanya dalam 1.27.30 menit. Clay dan Aiden pun kagum terhadap Xiao yang begitu pintar dari pada mereka, yang padahal sudah membaca begitu banyak buku di perpustakaan saat sedang mencari Peta menuju hutan Pixy.

Teka-teki pun terpecahkan, sekarang mereka mengetahui tujuan berikutnya yang harus mereka kunjungi.Mereka bersiap dan membawa semua yang dibutuhkan.Namun Clay masih merasa ragu karena ia tidak mampu untuk membeli tiket ataupun untuk membeli persiapan yang lainnya, tetapi Aiden dan Xiao tidak mempermasalahkan hal tersebut karena kini mereka telah menjadi sahabat dan dapat saling berbagi, dan juga berkat warisan yang telah diberikan oleh kedua orang tua Aiden dan Xiao dapat hidup serba bercukupan.Mereka sekarang harus berangkat menuju bandara untuk pergi ke Beijing menemui Okayama Shinteru yaitu orang yang katanya pernah pergi ke bukit Pixy. Saat mereka sampai disana mereka mencari penginapan yang jaraknya tidak jauh dari rumah Okayama, supaya mereka dapat dengan mudah mewawancarai Okayama, sekaligus untuk menghemat tenaga perjalanan.
Esok hari, setelah beristirahat mereka berohlaga sebentar sambil menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.Saat itu udaranya sangat sejuk dan matahari yang hangat menyertai mereka, dan membuat mereka juga tambah bersemangat untuk mencari obat penyembuh Clay.Clay pun senang sekali karena mempuyai teman sebaik Aiden dan Xiao.Namun kejanggalan pun terjadi saat mereka sedang mencari tempat sarapan, seakan ada yang menguntit mereka dari belakang, saat dicek oleh Xiao ternyata ada seorag wanita muda yang sepertinya hapir seumuran dengan Clay, saat ditanya oleh Xiao kenapa dia mengikuti kita dari belakang lalu wanita muda itu menjawab karna dia sudah tau apa tujuan Clay,Aiden, dan Xiao datang ke Beijing.
Clay dan Aiden yang mendengarka dari belakang Xiao pun terkejut dan menghampiri wanita muda itu .”siapa namamu nona ?” tanya Aiden “Jia li” ucap wanita itu “namaku adalah Jia li, utusan Amaterasu”, wanita muda itu pun langsung pergi dengan cepat langsung menghilang tanpa sempat Aiden ataupun Clay mengejarnya.
Setelah mereka menyelesaikan urusan di Beijing kepada Okayama, mereka mendapat beberapa informasi bahwa hutan Pixy berada tepat pada tengah hutan belantara yang berada tepat di atas bukit Thrihnukagigur Islandia.Menurut Xiao bagaimana bisa seorang yang telah pergi kesana ternyata tinggal jauh di Beijing, lalu Okayama menjawab.
“itu semua karena dulu ada seorang wanita muda yang bernama Allessia, mengatakan bahwa dia utusan Amaterasu, dan dia menyurhku pergi ke hutan itu juga namun ia tidak mengatakan lokasinya secara lengkap” cerita Okayama, akhirnya saya mencari lokasi itu sendiri dan untuk menemukan sebuah keajaiban bunga Marigold.Namun di setiap bunga itu ternyata mempunyai keajaiban tersendiri dan tidak semua dari bunga itu mempunyai keajaiban yang baik, karena “dulu katanya ada seorang ibu yang sangat menginginkan bunga itu agar generasinya mempunyai umur yang panjang namun yang terjadi malah sebaliknya.
”lalu apa yang terjadi ?” ucap Clay, “yang terjadi adalah hal buruk yang akan menimpa di setiap generasi!” jawab Okayama “disetiap generasinya akan ada yang mati karena suatu penyakit yang tidak diketahui dan tidak akan bisa diselamatkan” jelasan Okayama.Clay pun berfikir dan “mungkin saja Clay juga berasal dari keturunan itu”tebak Xiao .” ya mungkin saja, dan kita pun bisa saja mengembalikan sihir itu dengan menebak bunga manakah yang bisa membawa kebaikan” sahut Aiden dengan percaya diri.Mereka pun istirahat sebentar sebelum penerbangan ke Islandia.
Dalam perjalanan menuju Islandia.Sesampainya disana mereka membuat tenda yang tidak terlalu besar untuk meneliti dan menginap.Saat itu yang lainnya sedang sibuk karena cuaca disana sangat dingin walaupun sebentar lagi musim semi.Saat Aiden dan Xiao sibuk, Clay mencoba menyusuri hutan sendirian tanpa memberitahu Xiao ataupun Aiden terlebih dahulu.Clay menysuri hutan berdasarkan peta yang telah disempurnakan oleh Xiao, diapun tersesat dihutan karena tidak dapat membaca petanya dengan benar, saat itu pun terjadi hujan salju tetapi untungnya Aiden dan Xiao dapat menemukan Clay karena mereka tidak dapat melihat dalam jarak jauh mereka pun memutuskan untuk berteduh sebentar dibawah pohon yang rindang, karena Clay seorang penakut ia menjadi satu-satunya orang diantara Aiden dan Xiao yang membawa senjata berburu.
Saat fajar tiba mereka melanjutkan perjalan menuju tengah hutan belantara untuk menemukan bukit Pixy, “bagaimana mungkin ada dua nama yang berbeda di satu tempat yang sama ?!” sahut Xiao dengan lantang.”mungking memiliki pembatas yang nggak biasa” jawab Aiden dengan singkat.Tak lama setelah mereka sampai ternyata memang memiliki perbedan antara hutan Belantara dengan Hutan Pixy yaitu adanya semacam benalu yang memutar seperti pagar akar-akarnya pun seperti tidak ada yang menyatu dengan pohon yang berada pada hutan Belantara.
Saat mereka mencoba masuk ada seorang wanita muda yang muncul dan wanita muda itu ternyata orang yang sama saat yang mereka temui di Beijing.Namun kali ini wanita itu mengatakan membutuhkan kunci untuk masuk kedalam hutan Pixy itu.Aiden pun menunjukan benda yang ia ambil tanpa izin saat berada dirumah Okayama.Seketika Clay dan Xiao pun kaget karena baru mengetahui hal tersebut.Wanita muda itu akhirnya mengambil benda yang dibawa Aiden lalu mengizinkan mereka semua masuk kedalam hutan Pixy mereka melihat semua bunga Marigold yang seperti emas ini.Tanpa berfikir panjang Clay memetik salah satu bunga Marigold itu dan yang terjadi adalah Clay bertamabah tampan sampai membuat Xiao kaget, namun tiba-tiba ada seorang peri kecil yang memberi tahu mereka bahwa setiap orang hanya bisa memtik satu bunga dan keajaibannya pun hanya bisa digunakan oleh orang yang memetik bunga tersebut.
Seketika Clay pun kaget dan merasa sangat marah, jengkel, muak hingga ia mencaci maki kedua sahabatnya. Aiden pun ikut kesal,lelah,jengkel kepada Clay akhirnya ia mencabut salah satu bunga marigold itu dan ia gunakan untuk mengbah Clay menjadi seokor kucing yang berumur panjang dan tidak akan ada yang bisa membuatnya kembali seperti semula dan resiko yang harus diterima Aiden adalah akan tinggal di bawah tanah selamanya, sedangkan yang terakhir adalah Xiao dia menangis karna tidak tahu harus berbuat apa setelah sejauh ini.
Sang peri akhirnya memberi beberapa kesempatan dan nasihat kepada Xiao kesempatan yang diberi oleh peri itu adalah melupakan ingatannya tentang semua yang terjadi termasuk dan dia akan kembali kerumahnya atau ia tetapkan akan memetik bunga Marigold itu. Xiao pun memilih untuk hanya kembali kerumah tanpa harus melupakan ingatannya lalu sang peri pun memberikan nasihat yang telah dijanjikan sebulum ia pulang ‘sesungguhnya didunia ini tidak ada yang baik, sempurna ataupun beruntung tanpa suatu usaha dari diri kita sendiri’ sang peri pun langsung memulangkan Xiao ke rumahnya.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *