Perfect Psycho
Ciptaan: Mylove Aura Qonitalia Famius dari SMP Islam Sabillah Malang
Pemenang Lomba Juara 3 Penulisan Cerpen Ekstern Tingkat SMP Se – Malang Raya Dalam Rangka Peringatan Sumpah Pemuda

Seseorang berusia 56 tahun duduk di kursi dan memandang jendela dengan senyum yang manis. Memandangi anak-anak yang sedang bermain di sore hari membuatnya teringat masa remaja yang dialaminya beberapa tahun lalu.
Gadis berkulit putih dengan warna rambut hitam kecoklatan itu memasuki rumah dengan membawa kertas ujian yang bertuliskan nilai 99 diatasnya, “Ayah! Bunda! lihat nilai ujianku 99!” teriaknya. Tetapi tidak ada sahutan sedikit pun, rumah tampak kosong tanpa penghuni. Adera Akter, itulah nama yang diberikan orang tua untuknya. Dia hidup dalam kesepian, keluarganya memang utuh dan berkecukupan, tetapi hal itu tidak bisa membuatnya bahagia. Mengalami masa remaja yang tidak seberuntung remaja yang lain adalah suatu hal yang akan membekas pada dirinya.
“Dera!’ teriak gadis keturunan Inggris bernama Hazel Fern. Mata cokelat,hidung mancung,bibir berwana merah mudadan kulit yang bersinar cerah membuat orang lain tertarik padanya. Dia adalah sahabat yang menemani Dera sejak kecil.Dera memandang Hazel dengan wajah yang ceria sambil melambaikan tangannya.
“Eh ada rumor katanya sekolah kita menyembunyikan sesuatu dari warga sekolah bener enggak sih?” tanya Hazel memulai pembicaraan.
“Iya sih, banyak yang bilang soal ini, dan katanya cuman kepala sekolah dan satu murid yang tau” sahut Dera sambil berjalan menuju kelas.
“Assalamu’alaikum Wr.Wb. Selamat pagi anak-anak,” sapa Bu Rahma yang menjadi wali kelas IX E.
“Wa’alaikumussalam Wr.Wb,” jawab murid-murid.
“Baik anak-anak, sebelum pembelajaran dimulai, mari kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing: Berdoa dimulai!” kelas pun hening.
Semua murid fokus berdoa sebelum memulai pelajaran. Dera yang membuka telapak tangannya dan Hazel yang menyatukan keduatangannya. Mereka memang berbeda keyakinan, tetapi hal itu tidak pernah menghalangi persahabatan diantara mereka.
“Berdoa selesai, anak-anak besok lusa kita akan kedatangan murid baru dari Bandung, ibu harap kalian bisa berteman baik ya.” Semua murid tampak antusias mendengar pengumuman dari Bu Rahma. Kelas IX E seketika ramai karena semua siswa bertanya-tanya siapa yang akan menjadi murid baru. Pembelajaran pun berjalan seperti biasa. Saking asyiknya tak terasa jam pulang sekolah pun tiba.
“Dera pulang,” ucap Dera yang disambut oleh bibi dirumahnya.
“Eh, non udah pulang? Mau makan sekarang non?” tanyanya kepada Dera.
“Enggak dehBi, Dera masih kenyang, Ayah samaBunda ada Bi?”
“Belum pulang non,” jawab bibi.
“Ya, udah deh Bi, Dera ke atas dulu ya,”
Dera langsung menuju kamar, dia melewati kamar orangtuanya.Tanpa sadar, air matanya menetes satu persatu. Mungkin sebagian orang menganggap hidup Dera sangat sempurna, menjadi siswa populer,punya banyak teman,cantik, keluarganya kaya raya, prestasi?Jangan ditanya lagi, Dera pernah meraih juara 1 olimpiade fisika,kimia,dan matematika nasional, dan masih banyak prestasi yang lainnya. Tetapi mereka tidak melihat sisi lain dari kehidupan Dera, kedua orang tuanya bekerja di luar negeri dan jarang sekali pulang. Jangankan pulang ke rumah untuk menelpon Dera pun hampir tidak pernah. Selama ini hanya bibi,tukang kebun, dan supir yang menemaninya di rumah yang megah itu.
Dera berdiri di depan kaca dan melihat kondisinya saat ini yang acak-acakan karena terus menangis. Dera pun memutuskan untuk mandi dan beristirahat.
Kicauan burung mulai terdengar, menandakan hari sudah pagi. Dera bergegas bangun dan bersiap untuk pergi ke sekolah. Dalam perjalanan, tiba-tiba saja ia teringat satu hal tentang sekolahnya. Dibalik sekolah yang paling diminati dan termasuk SMP favorit di Jakarta, SMP Andromeda mempunyai sisi kelam. Sekolah ini bukan untuk manusia saja, melainkan beberapa murid adalah makhluk halus yang menyamar menjadi manusia. Kejadiannya di lorong bawah tanah,Dera berada di kelas 7 saat itu, membunuh salah satu siswa karena amarah kepada keluarganya yang sampai sekarang tidak peduli dengan Dera. Dera melampiaskan amarah itu dengan membunuh teman sekelasnya yang bernama Cassha. Cassha sama seperti Dera,cantik,pintar,kaya raya, ditambah keluarganya yang sangat harmonis, walaupun tidak sepopuler Dera, banyak yang ingin berteman dengannya karena kebaikan yang ada pada diri Cassha. Tidak ada alasan khusus dalam kasus pembunuhannya, Dera hanya iri dengan kehidupan Cassha. Sayangnya kasus ini tidak diselidiki lebih lanjut karena pada saat itu belum cukup bukti. Hanya Dera dan pihak sekolah yang tau masalahnya. Hal itu membuat pihak dari “mereka” marah dan bergentayangan sampai saat ini, beberapa dari mereka juga menyamar menjadi manusia. Lamunannya buyar karena supir yang mengantarkannya mengatakan sudah sampai.
“Zelll!” teriak Dera nyaring.Hazel menoleh, lalu menghampiri Dera dengan berlari kecil.
“Eh nanti anak barunya datang kan ya?” tanya Hazel bersemangat.
“Eh iya, penasaran banget!” ujar Dera sambil berjalan memasuki kelas.Bel masuk sekolah pun berbunyi suasana kelas mendadak sepi karena kedatangan Bu Rahma.
“Pagi anak-anak, sesuai janji ibu kemarin, murid baru dari Bandung akan mulai sekolah bersama kita hari ini.” sontak murid-murid berteriak senang mendengarnya.
Beberapa menit sebelum pembelajaran dimulai, Bu Rahma memasuki kelas setelah keluar kelas untuk menjemput murid baru.
“Ayo Nak, ibu bantu,” ujar Bu Rahma sambil mendorong kursi roda yang membawa seorang anak laki-laki. Postur tubuhnya yang gagah, kulit kuning langsatnya yang bersinar serta rambut lurusnya yang dibelah samping membuat murid-murid tercengang.
“Silahkan memperkenalkan diri,” ujar Bu Rahma dengan senyum manis. Murid baru itu pun mulai memperkenalkan dirinya di depan kelas.
“Halo semuanya, kenalin namaku Arzer Ganendra, biasa dipanggil Arzer” ucap murid baru itu.
“Baik, Arzer bisa duduk disamping Tivan, ya,” memang benar adanya, teman sebangku Tivan yang bernama Arga sudah lama tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas.Tidak ada konfirmasi apapun dari orangtua atau keluarganya. Beberapa tatapan tidak suka dari teman sekelas Arzer mulai bermunculan, berbeda dengan Dera dan Hazel yang tampaknya tertarik untuk berteman dengan Arzer. Pembelajaran pun berlangsung seperti biasa.
Aku mendorong roda yang ada di kursiku untuk menuju kantin, sepertinya banyak yang tidak menyukai kehadiran ku disini. Seorang gadis cantik berkulit putih menghampiriku, aku tahu namanya, Dera, dia adalah gadis yang membunuh Cassha, adik kesayanganku.
“Halo Arzer, salam kenal namaku Dera,” ucap gadis itu sambil mengulurkan tangannya, aku membalas uluran tangannya dan menggerakkan tanganku.
“Oh, halo Dera salam kenal“
Dera hanya mengangguk sambil tersenyum, aku pun ikut membalas senyumannya dan melihat gadis disamping Dera, sepertinya dia mempunyai darah blasteran?batinku, gadis itu menyadari jika aku memperhatikannya.
“Oh, halo Arzer, namaku Hazel,” ujarnya sambil mengulurkan tangan, aku membalas uluran tangannya.
“Halo Hazel, salam kenal ya!”
“Kamu mau kemana? Biar kami antarkan,” pinta Dera dengan senyum manisnya “Emm, aku mau ke kantin,”kataku.
“Kantin sepertinya masih ramai, bagaimana kalau aku belikan saja.” Sungguh baik hati, batinku.
“Boleh? Apakah itu merepotkanmu?”ujar ku kepada Dera dan Hazel.
“Tentu saja tidak!”
“Kalau begitu, ini uangnya,” ucapku sambil merogoh saku.
“Eh nggak usah,karena ini hari pertamamu disini,aku yang akan mentraktir!” mendengar hal itu, senyumku mengembang
“Terimakasih banyak Dera,Hazel!”ujarku yang mendapatkan anggukan dari keduanya.Setelah mengantar Arzer kembali ke kelas, Dera dan Hazel berjalan menuju kantin untuk membeli makanan.
“Arzer murah senyum, ya” ujar Hazel kepada Dera.
“Iya,dia juga tetap semangat bersekolah dengan keterbatasannya,bagaimana kita? yang sehat-sehat saja malah sering mengeluh dan bermalas-malasan,” ujar Dera yang berhasil membuat Hazel tertegun.
“Benar juga,” gumam Hazel. Setelah membeli semuanya, mereka membawakan makanan ke kelas untuk Arzer, tiba-tiba langkah mereka terhenti karena melihat kerumunan yang sangat ramai.Betapa terkejutnya mereka menemukan Arzer sedang dipukuli oleh Dilon sampai kursi roda yang didudukinya terjatuh, salah satu murid ternakal di SMP Andromeda. Tak ada satu pun yang berani membantu Arzer karena merasa takut dengan Dilon.
“Hei Dilon! Apakah kamu ada masalah dengan Arzer?” ujar Hazel. Sedangkan Dera membantu Arzer untuk duduk kembali di kursi rodanya. Tidak ada alasan mengapa Dilon memukuli Arzer. Dilon hanya merasa Arzer merusak pandangan SMP Andromeda yang terkenal dengan murid-murid yang pintar dan rupawan. Dilon tidak berbicara apapun, dan langsung pergi begitu saja.
Sejak kejadian itu, mereka bertiga menjadi sangat dekat dan bersahabat. Sampai suatu ketika Hazel dan Arzer datang kerumah Dera. Mereka bercerita banyak hal, mulai dari yang lucu sampai hal menyedihkan. Entah mengapa, Hazel merasa ada yang mengganjal di kamar Dera. Hazel melihat ada sebuah pisau yang dipajang di almari kaca. Tidak pernah sekalipun dia melihatnya.Hazel mendekati lemari kaca itu, dia melihat ada bekas lumuran darah di pisau itu. Tiba-tiba Arzer bertanya,“Apakah kalian berdua tidak penasaran kenapa aku bisa seperti ini? Dari sekian banyak orang yang aku temui,hanya kalian yang tidak pernah menanyakan hal itu,”ujar Arzer.
Dera dan Hazel pun saling pandang, mereka kebingungan mengapa Arzer tiba-tiba menanyakan hal itu?
“Sekalipun kami penasaran, kita tidak akan menanyakan hal itu sampai kamu yang menceritakannya sendiri Zer,” ucap Dera dengan lembut. Disusul dengan anggukan Hazel. Senyum Arzer mengembang, Arzer sudah menduga hal itu dan menurutnya sudah waktunya dia menceritakan hal ini.
“Baiklah, akan kuceritakan,sudah saatnya kalian tahu.”
“Aku mengalami gagal jantung sejak kecil,dan harus ada pendonoran jantung pada usiaku yang menginjak 12 tahun.Saat aku bertanya siapa pendonornya, bundaku hanya tersenyum dan menjawab “Arzer tidak perlu tahu, yang pasti orang itu adalah orang baik yang sangat sayang Arzer,” itulah kata-kata terakhir yang kudengar dari bunda sebelum mendonorkan jantungnya kepadaku.
Arzer menghembuskan napas dalam-dalam. Kemudian dia melanjutkan ceritanya. Sepeninggalan bunda,ayah yang awalnya benci kepadanya karena dia mengalami gagal jantung sejak kecil, menjadi lebih benci karena bunda mengorbankan nyawanya untuk Arzer.Kebencian itu semakin dalam karena saat mendonorkan jantungnya bunda tidak meminta persetujuan ayah karena bunda tahu pasti tidak akan diizinkan dan lebih memilih Arzer meninggal. Sampai suatu ketika dia mendapatkan nilai 70 dalam ujian, ayah marah besar, dalam keadaan emosi tinggi, ayah mendorong Arzer dari lantai 2 sampai terjun ke lantai 1. Kedua kakinya patah dan membutuhkan waktu penyembuhan selama 10 tahun.
Tanpa sadar Dera dan Hazel menitihkan air mata.
“Ada satu hal lagi yang akan kalian ketahui, tapi tidak saat ini,”ujar Arzer berhasil membuat Dera dan Hazel bingung sambil menatap satu sama lain.
Pagi hari tiba, semalam Hazel dan Arzer memutuskan untuk menginap karena sudah terlalu larut untuk pulang ke rumah. Mereka bersiap untuk berangkat ke sekolah bersama-sama. Sesampainya mereka di sekolah, jam sudah menunjukkan pukul 06.45.
“15 menit lagi bel! Ayo cepat masuk,” ujar Dera. Entah mengapa suasana sekolah saat itu sangat berbeda dari sebelumnya. Semua orang sibuk membicarakan kembali rumor tentang SMP Andromeda yang dulu pernah beredar. Karena kebingungan, Hazel menanyakan apa yang sedang terjadi kepada salah satu kelompok yang sedang berkumpul.
“Ini ada apa sih?” tanyanya.
“Itu, Tivan menemukan satu surat dari lorong bawah tanah yang ada di sekolah!” ujar salah satu diantara mereka, karena penasaran Dera dan Hazel membaca surat itu.

Dear SMP Andromeda,
Sekolah menengah pertama yang berada di Jakarta ini bukan sekolah biasa.SMP ini bukan hanya untuk manusia,beberapa dari kalian adalah makhluk tak kasat mata yang berwujud manusia. Mereka akan hilang satu persatu dalam beberapa tahun dan jika salah satu dari kalian menemukan surat ini mereka akan hilang pada hari itu setelah upacara. Teman kalian yang bernama Dera telah membunuh Cassha, dan sampai saat ini kasus nya tidak diselidiki lebih lanjut.
Kepala sekolah pertama SMP Andromeda

Deg! jantung Dera berhenti seketika. Semua orang berbisik-bisik dan memandang Dera tidak suka. Ya, Dera adalah satu-satunya murid yang tahu tentang hal ini.Hazel tidak bisa berkata-kata.
“Apakah ini yang disembunyikan pihak sekolah? Selama ini Arga teman sebangku Tivan adalah salah satu diantara mereka? Dan pisau itu? Pisau yang dipakai untuk membunuh Cassha?”itu adalah pertanyaan yang ada di benak semua murid. Tiba-tiba saja mereka semua mendapat pengumuman untuk turun dan mengikuti upacara perpisahan.Semua orang heboh mencari teman masing-masing. Dera yang tidak menemukan Arzer panik seketika.
Saat memasuki lapangan Dera melihatbarisannya hanya dibagi dua, sebelah kanan dari pintu gerbang adalah manusia dan sebelah kiri pintu gerbang adalah makhluk tak kasat mata. Dera mencari-cari keberadaan Arzer. Betapa terkejutnya Dera melihat Arzer ada di barisan kiri. Sebelum pergi,semua murid dipersilahkan untuk mengucapkan salam perpisahan kepada sahabat atau temannya yang selama ini adalah makhluk tak kasat mata.
“Terimakasih Arzer, aku banyak belajar darimu.” Ujar Dera.
“Sama-sama, maaf tidak bisa menemani kalian lebih lama. Semoga keadaan keluargamu lekas membaik, ya! Kemudian dia melanjutkan perkataannya.
“Sebelum aku pergi, aku ingin menyampaikan sesuatu, sebenarnya aku adalah kakak dari Chassa. Orang yang kau bunuh.Aku sudah mengikhlaskannya tetapi tidak dengan ayah.” Dera dan Hazel yang mendengar itu pun kaget, jantung Dera berdegup kencang.Benar saja, seminggu kemudian Dera mendapat perundungan dari teman-temannya. Pihak sekolah memutuskan untuk melaporkan Dera kepada pihak berwajib dan mengeluarkannya dari sekolah. Setelah diadakan penyelidikan maka diputuskan bahwa Dera dihukum penjara selama 45 tahun karena dari penjelasannya,Dera tidak sepenuhnya bersalah.Melainkan ruang bawah tanah yang saat itu licin membuat Cassha terpeleset dan tidak mampu untuk bangkit.
Dera yang saat ini masih ada di penjara terus menyesali perbuatannya.Terimakasih Arzer, aku bisa mengerti arti hidup karenamu bahwa kebahagiaan bukanlah suatu hal yang bisa dibandingkan karena itu kita harus banyak mensyukuri nikmat Tuhan.Keluargaku juga sudah membaik beberapa tahun setelah kamu tiada, gumam Dera sambil tersenyum.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *