The Savior of the World
Ciptaan: Farra Naufal Faiqul Ummam dari MTs Surya Buana
Pemenang Lomba Juara 2 Penulisan Cerpen Ekstern Tingkat SMP Se – Malang Raya Dalam Rangka Peringatan Sumpah Pemuda

Di suatu masa, terjadilah suatu perang yang melibatkan berbagai ras dari seluruh penjuru dunia. Peperangan itu dipicu oleh perebutan kekuasaan yang dimulai dari ras Iblis yang ingin menguasai seluruh daratan benua yang bernama Elkia. Seluruh ras pun bersatu untuk mencegah serangan besar besaran yang dilakukan ras Iblis, di antara semua ras ada yang dari ras Manusia, Elf, Naga, Warbeast, dan lain-lainnya. Peperangan itu terus berlanjut hingga 765 tahun lamanya. Walaupun semua ras telah bersatu, tetapi tetap gagal menghalau besarnya serangan ras iblis. Lalu 1 tahun setelahnya keluar sebuah ramalan yang dituturkan oleh putri penerus ras Elf yang bernama Elena. Elena memiliki kemampuan untuk melihat masa depan dan mengatakan bahwa suatu saat akan ada anak-anak yang memiliki setengah darah dari setiap ras yang berbeda-beda dan mereka mampu mengalahkan ras Iblis walaupun saat itu ras Iblis telah menguasai benua Elkia.

Sementara itu, di sebuah desa bernama desa Fire, tinggallah sekitar 1000 penduduk. Setiap penduduk memiliki muka yang sangat ketakutan sehingga mereka selalu bersembunyi di rumah mereka masing-masing. Suatu hari datanglah 2 pemuda gagah yang ingin membeli peralatan dan persediaan mereka selama perjalanan ke dunia antah berantah. Kedua pemuda ini bernama Stefan dan Jack. Stefan dan Jack bukanlah manusia sepenuhnya, Stefan memiliki darah dari ras Elf karen ibunya adalah seorang Elf dan ayahnya adalah manusia, sedangkan jack memiliki darah naga karena ayahnya adalah seorang naga. Stefan adalah anak yang bertubuh jangkung, kulitnya berwarna putih, dan memiliki telinga seperti Elf. Sedangkan Jack adalah anak yang memiliki tubuh seperti manusia biasa, kulitnya berwarna sawo matang, hanya saja kelebihan yang dimilikinya adalah tubuhnya bisa menjadi naga yang memiliki kulit seperti baja.
Saat mereka berdua akan membeli persediaan, mereka melihat semua orang desa ketakutan dan hanya mengintip dari jendela sehingga kedua pemuda itu keheranan. Kedua pemuda itu langsung mendatangi sebuah toko di pinggiran desa, dan pemuda itu langsung bertanya pada pemilik toko tentang apa yang mereka lihat barusan, sang pemilik toko langsung menjelaskan bahwa Setiap tahun desa mereka diserang oleh 3 naga. Naga-naga itu memiliki 3 elemen alam, yaitu api, es, dan angin.
Jack terkejut karena setahunya tidak ada ras Naga yang menyerang manusia selama peperangan karena telah melakukan perjanjian kepada ras manusia untuk tidak mengganggu manusia selama ras Iblis belum kalah dalam perang. Saat kedua pemuda itu mendengar penjelasan dari pemilik toko, mereka berdua merasa iba kepada penduduk desa itu sehingga selain membeli persediaan mereka juga membeli pedang, perisai, dan panah, mereka juga mengatakan akan mencari tahu penyebab naga-naga itu menyerang desa Fire. Lalu mereka minta ditunjukkan letak sarang naga-naga tersebut pada mereka. Ternyata letak sarang sarang naga itu adalah daerah yang telah dikuasai oleh ras Iblis, sarang naga-naga itu berada di pegunungan paling menyeramkan yaitu pegunungan Spine. Pegunungan Spine terletak di utara dari desa Fire dan jaraknya sekitar 2 hari berjalan kaki.

Pegunungan Spine merupakan salah satu tempat paling berbahaya yang berada di benua Elkia, bukan karena ukuran pegunungannya yang luas, melainkan karena banyak hewan hewan seperti monster yang dinamakan hewan spiritual yang tinggal disana dan beberapa hewan hewan itu menjadi peliharaan dari ras Iblis. Hewan spiritual adalah hewan yang memiliki kemampuan khusus yaitu sihir. Stefan dan Jack pun pergi menuju pegunungan Spine untuk mencari tahu apa penyebab naga naga itu menyerang desa Fire. Mereka berdua membawa persediaan yang sangat banyak, mereka berdua juga membeli senjata spiritual yang terbuat dari tubuh monster dan diambil kekuatan sihirnya. Stefan membawa panah yang memiliki batu kristal dari monster penjaga hutan Elf, sedangkan Jack membawa pedang yang terbuat dari sisik naga. Mereka membawa senjata sesuai dengan kekuatan ras mereka.
Setelah mereka berjalan kaki selama 6 jam, mereka memutuskan untuk beristirahat di hutan Wasser. Hutan Wasser memiliki arti hutan air, karena separuh dari hutan ini adalah danau dan air terjun sehingga sebagian pepohonannya terendam air. Mereka beristirahat di pinggiran air terjun dan memakan bekal yang mereka beli tadi, mereka hanya memakan sepotong roti dan sebotol susu untuk berhemat karena di daerah pegunungan Spine sangat sulit untuk mencari makanan. Mereka menyandar di pohon pohon yang berada di tepi kolam air terjun.
Saat mereka akan pergi mengambil air di air terjun tiba-tiba sesuatu yang besar melilit Jack dengan kuat sehingga Jack susah bernafas, setelah diperhatikan oleh Stefan itu adalah ular piton biru sepanjang tiga meter, Piton biru adalah salah satu hewan spiritual berelemenkan air. Stefan segera mengambil panahnya dan memanah kepala piton tersebut namun serangannya tidak berhasil karena kulit bagian kepala Piton biru memiliki sihir yang membuat panah atau pedang akan memantul, Jack memikirkan cara agar bisa keluar dari lilitan piton biru karena ia sudah mulai susah untuk bernafas, lalu ia menemukan cara yaitu menghancurkan bagian perut ular piton biru menggunakan wujud naganya. Perut piton biru tidak dilindungi sihir sehingga lebih mudah untuk membunuhnya dari dalam. Ia berubah menjadi wujud naga dan Stefan sedikit merasa takut karena tubuh Jack sangat mirip naga yang digabungkan dengan tubuh iblis.
Tubuh Jack berubah menjadi berwarna abu abu kehitaman, memiliki sisik sisik seperti kayu yang ditancapi beribu ribu paku, kuat dan keras, ditambah lagi di punggungnya memiliki dua buah sayap yang berbentuk seperti gabungan sayap naga dan kelelawar. Di kepalanya memiliki sebuah tanduk yang melambangkan dia adalah keturunan ras Naga yang berada di tingkat yang sangat tinggi, kaki dan tangannya berubah menjadi memiliki cakar cakar naga yang sangat mengerikan. Setelah itu Jack mencakar perut piton biru dan darah bercucuran dimana mana dan membuat tubuh Jack menjadi berlumuran darah piton biru itu, Stefan melihatnya dengan takjub, bagaimana sahabatnya mengalahkan piton itu dalam sekali cakar. Setelah mereka membersihkan diri mereka dan mengambil air untuk persediaan, mereka melanjutkan perjalan menuju pergunungan Spine.
Keesokan harinya mereka samapi di perbatasan antara hutan Wasser dan pegunungan Spine, mereka melihat suatu benda besar sedang terbang dia atas pegunungan Spine. Stefan dan Jack terkejut karena yang mereka lihat adalah naga yang berukuran 2 kali lebih besar daripada ras naga biasanya. Mereka melihat 3 naga itu berada di puncak tertinggi pegunungan Spine yang puncaknya tertutup oleh awan besar. Mereka berdua sangat bersemangat karena naga naga itu sudah terlihat oleh mereka. Mereka segera mencari jalan yang tidak terlalu curam untuk mengurangi bahaya, di pegunungan Spine memiliki salah satu jurang yang memisahkan beberapa pegunungan Spine dan puncak tertinggi Spine. Jadi mereka berdua harus memutar pegunungan Spine untuk menemukan jalan yang tidak terlalu curam.

DDDHHHUUUAAARRRR!!!!!!

AAAARRRRGGGHHH!!!!
Tiba tiba terdengar dentuman yang sangat kuat, dan raungan yang sangat keras. Mereka berdua terkejut karena suara yang besar itu sampai menimbulkan gempa yang lumayan kuat, disaat itu pula pijakan yang diinjak oleh Stefan retak, Stefan kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke jurang, tepat saat itu pula Jack memegang pergelangan tangan Stefan yang hampir terjatuh di jurang gelap itu. Stefan bergelantungan selama beberapa saat dan tangan Jack mulai licin, tangan Stefan mulai tergelincir karena tas yang dibawa Stefan sangat besar dan berat, Jack menyuruh Stefan untuk melepaskan tas nya itu dan memegang panahnya. Tanpa berpikir panjang, Stefan langsung menuruti perkataan yang dikatakan oleh sahabatnya itu. Setelah tas itu dijatuhkan Jack mengubah bentuk tangannya menjadi bentuk naga agar bisa mengangkat sahabatnya tersebut. Kemampuan khusus dari manusia naga adalah bisa merubah bentuk tubuhnya sesuai dengan kemauannya, bisa seluruh tubuhnya atau hanya sebagian saja. Setelah Stefan berhasil diangkat ke pinggiran jurang. Jack mengatakan “Untunglah kau baik baik saja.” Stefan pun sangat senang hingga menitikkan sedikit air mata karena ia kira ia akan mati, dan ia pun berterimakasih pada Jack. Setelah kejadian itu mereka penasaran dari mana asal suara dentuman tersebut.
Mereka terus berjalan dan akhirnya sampai ke lereng puncak tertinggi pegunungan Spine. Saat mereka mendaki, mereka mencium aroma darah yang sangat kuat, mereka berpikir itu hanyalah bau darah hewan spiritual yang dimakan oleh para naga tersebut. Saat mereka mencapai puncak mereka terkejut karena ketiga naga yang mereka cari ternyata telah mati dan terdapat banyak genangan darah. Saat Stefan melihat salah satu naga itu, tiba-tiba bangkai naga itu tergelincir lereng gunung. Stefan mengejar bangkai naga yang jatuh itu. Saat Stefan menghampiri bangkai naga yang terjatuh itu ia melihat sebuah gua yang sangat besar yang berada dilereng sebaliknnya saat mereka mendaki. Stefan cepat cepat memberitahu apa yang dilihatnya tadi kepada Jack, dan Jack pun segera mengikuti sahabatnya itu tentang gua yang sangat besar yang dilihat Stefan.
Jack keheranan karena ia melihat ketiga naga itu bukan bertengkar sampai mati, melainkan dibunuh oleh sesuatu yang sangat besar hingga ketiga naga itu kalah. Saat mereka sampai di depan mulut gua itu, mereka merasakan aura membunuh yang sangat kuat berasal dari gua itu. Jack meninggalkan barang barangnya di mulut gua dan mengambil pedang sisik naganya, sedangkan Stefan langsung mengambil busur Elf yang berada di punggungnya dan meminjam belati milik Jack untuk berjaga jaga. Saat mereka masuk, mereka melihat kalau gua itu telah berubah menjadi gua es yang sangat dingin, Stefan segera menggunakan sihir apinya untuk menghangatkan dirinya, dan Jack berubah menjadi wujud naganya karena tubuh naga tidak terpengaruh oleh suhu dingin.
Mereka semakin masuk kedalam gua dan melihat mata yang sangat besar berwarna merah keungu unguan dari dalam kegelapan, saat mata itu melihat mereka berdua mereka segera bergegas berlari keluar karena gua itu sangat tidak cocok untuk tempat bertarung. Saat mereka berlari hewan itu meraung sangat keras hingga memekakkan telinga. Hewan yang sanagt besar itu mengejar hingga langit langit gua terasa seperti mau jatuh. Saat mereka tiba di mulut gua, mereka langsung bersembunyi dibalik bebatuan yang berada di mulut gua. Saat hewan itu tiba di mulut gua, barulah mereka bisa melihat wujud asli hewan itu.
Mereka terkejut kerena yang mereka lihat bukanlah sesuatu yang biasa mereka lihat. Ternyata itu adalah naga iblis yang menjadi panglima perang dari ras Iblis. Naga Iblis merupakan naga yang telah mati dan dibangkitkan kembali oleh kekuatan jahat dari ras Iblis, bukan kekuatannya saja yang mengerikan tapi ukuran tubuhnya memiliki 4 kali lebih besar daripada bangkai naga yang mereka lihat tadi. Mereka terus bersembunyi hingga naga iblis itu lengah.
Beberapa saat kemudian Jack menyuruh Stefan untuk bersiap siap menggabungkan kekuatan panah Elf nya dan sihir api untuk melumpuhkan kaki naga iblis itu, setelah itu Stefan menunggu aba aba yang diberikan oleh Jack untuk menyerang kakinya. Jack mengendap endap dibelakang naga dan mengincar punggung naga, Jack pun langsung melompat dan bersiap menusuk punggung naga itu, tapi naas serangannya malah diketahui oleh naga itu dan jack pun dihantam hingga batu didekat mulut gua itu pecah, usntung saja sesaat sebelum Jack dihantam ia bertransformasi menjadi tubuh naga. Walaupun Jack sudah berubah menjadi wujud naga tapi lukanya terlalu dalam.
Naga itu mendekati Jack dan akan memberi serangan kedua pada Jack, Jack melompat untuk menghindari hantaman naga itu. Untung Jack sempat menghindar, jika tidak ia akan menjadi seperti batu yang dihantamnya, pecah menjadi berkeping keping dan terlempar kemana mana. Saat itu pula Jack langsung memberi aba aba agar Stefan menyerangnya dengan panah Elf. Panah itu meluncur sangat cepat kearah naga itu, panah itu langsung menancap di jantung naga iblis itu, naga iblis itu meraung kesakitan, suara raungannya sangat memilukan hati.
Setelah meraung cukup lama, naga itu menyusut dan kembali menjadi bangkai naga biasa. Saat bangkai naga itu menyusut, Jack langsung jatuh terduduk dan menangis, ia menangis karena naga itu adalah ayahnya yang telah mati dalam peperangan melawan ras Iblis. Stefan langsung menghampirinya untuk memberi semangat dan membuatnya untuk mengikhlaskannya saja, karena yang sudah mati tidak akan bisa kembali. Mereka beristirahat beberapa hari di pegunungan Spine dan membuat makam bagi naga-naga itu. Sebelum mereka pergi, Jack menghampiri makam ayahnya, ia berdoa dan mengatakan bahwa ia akan membalaskan dendam ayahnya kepada ras Iblis. Setelah Jack selesai berdoa mereka berdua pergi menuruni Pegunungan Spine. Tanpa mereka sadari, mereka berdua diawasi oleh seseorang dan orang itu berkata, “Mereka pasti bisa menyelamatkan dunia ini.”

Tamat…

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *