FARMASI INDUSTRI

Program Keahlian Teknologi Farmasi membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mempersiapkan, meracik, memproduksi, dan menguji sediaan farmasi di bawah pengawasan apoteker. Program ini menekankan pada pemahaman tentang prinsip-prinsip farmasetika, kimia farmasi, farmakologi dasar, serta peraturan perundang-undangan di bidang farmasi. Peserta didik akan mempelajari teknik-teknik dasar laboratorium farmasi, penggunaan alat-alat farmasi, serta praktik pembuatan berbagai bentuk sediaan seperti serbuk, tablet, kapsul, sediaan semi padat (krim, salep), dan sediaan cair. Selain itu, program ini juga mengenalkan dasar konsep mutu dan pengendalian mutu sediaan farmasi. Dengan dibukanya program teknologi farmasi merupakan langkah strategis yang relevan dan mendesak dalam konteks kebutuhan industri farmasi nasional dan global saat ini.

Rasionalisasi kebutuhan konsentrasi farmasi industri didasarkan pada beberapa pertimbangan seperti pesatnya perkembangan industri farmasi didorong oleh inovasi dan kesadaran kesehatan masyarakat dalam konsumsi obat farma dan budaya konsumsi obat tradisional. Regulasi yang semakin ketat sehingga menciptakan permintaan yang tinggi akan tenaga terampil dan kompeten terutama di bidang produksi, quality control, quality assurance dan penelitian & pengembangan.  Dukungan pemerintah untuk meningkatkan kemandirian industri farmasi untuk pengolahan dari hulu ke hilir (produksi obat hingga distribusi) yang membutuhkan SDM salah satunya melalui lulusan SMK farmasi industri

Pengembangan kurikulum sekolah kejuruan farmasi industri harus berfokus pada pembentukan lulusan yang siap kerja dan mampu beradaptasi dengan dinamika industri farmasi yang terus berkembang pesat. Ini berarti tidak hanya mengajarkan teori dan praktik dasar, tetapi juga menanamkan karakteristik yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara:

  1. Fokus pada kompetensi esensial industri yaitu menitikberatkan pada penguasaan kompetensi inti (hard skills) yang dibutuhkan oleh industri farmasi meliputi GMP/CPOB, keterampilan bidang QC dan QA, pengoperasian dan pemeliharaan peralatan, formulasi dan pengembangan produk, K3LH dan sistem dokumentasi industri farmasi.
  2. Penanaman karakteristik diri (soft skills) yang relevan agar lulusan memiliki etos kerja tinggi dan mampu berinteraksi secara efektif. Karakteristik ini meliputi ketelitian dan akurasi, disiplin dan kepatuhan terhadap SOP, integritas dan etika profesional, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, kerja sama tim dan komunikasi efektif, adaptabilitas dan kemauan belajar berkelanjutan, sikap proaktif dan inisiatif.
  3. Pendekatan kurikulum yang dinamis dan kolaboratif untuk memastikan keselarasan dengan industri melalui: pembelajaran berbasis proyek (PjBL), magang industri terstruktur, kemitraan strategis melalui praktisi mengajar, sinkronisasi kurikulum, modul pembelajaran mandiri dan on line sebagai salah satu sumber belajar, evaluasi dan pembaruan kurikulum berkala.
  4. Lingkungan belajar yang mendukung melalui replikasi kondisi industri seperti fasilitas laboratorium dan budaya kerja industri 5 R.

 

KARAKTERISTIK KONSENTRASI KEAHLIAN FARMASI INDUSTRI

Konsentrasi keahlian Farmasi Industri level SMK dirancang untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di sektor industri farmasi. Fokus utamanya adalah mempersiapkan lulusan yang siap terjun langsung ke berbagai tahapan produksi, pengawasan mutu, hingga distribusi produk farmasi. Dunia kerja industri mitra adalah sektor yang sangat teregulasi dan memiliki standar kualitas tinggi yang bergerak pada bidang:

  1. Produksi obat dan bahan baku obat yang memproduksi obat-obatan generik, obat paten, suplemen kesehatan hingga kosmetik dan produk personal care yang diatur sebagai produk farmasi.
  2. Perusahaan kontrak manufaktur obat (CMO) yang menawarkan jasa produksi obat untuk perusahaan lain.
  3. Distributor Farmasi dan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang membutuhkan pemahaman produk dan regulasi farmasi yang sangat penting.

Bentuk kemitraan dengan perusahaan-perusahaan tersebut dapat berupa: Praktek Kerja Lapangan (PKL), kunjungan industri dan penyerapan lulusan.

Pemetaan posisi (okupasi) di industri farmasi yang selaras dengan program studi konsentrasi farmasi industri antara lain pada tenaga teknis produksi, tenaga teknis pengawasan mutu (QC), tenaga teknis penjaminan mutu (QA), asisten laboratorium R&D dan staf gudang farmasi. Analisis pemetaan kompetensi yang ingin dicapai dari okupasi tersebut melalui penyusunan kurikulum bersama, sinkronisasi materi ajar, pengembangan modul ajar berbasis industri, pengembangan sarana dan prasarana, pelatihan guru, sertifikasi kompetensi serta praktisi mengajar dan penguji kompetensi dari industri.

Analisis pemetaan kompetensi farmasi industri berdasarkan okupasi tersebut dilakukan dengan mengkorelasikan capaian pembelajaran, daftar unit kompetensi okupasi untuk dijabarkan dalam pembelajaran tematik berbasis proyek dan Tefa pada mata pelajaran konsentrasi keahlian.  Dari hasil pembelajaran tematik tersebut peserta didik akan melaksanakan uji unit kompetensi (UUK) sebagai skill paspor.

Penyelarasan capaian pembelajaran dan okupasi dilalui dengan tahapan analisis jabatan dan kompetensi terhadap job profile dan  SKK khusus bidang farmasi industri serta penyelarasan capaian pembelajaran bersama kebutuhan DUDIKA. Hasil penyelarasan tersebut membekali peserta didik konsentrasi farmasi industri dengan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di industri terhadap pemahaman tentang proses produksi obat skala industri, pengendalian mutu, regulasi farmasi, dan prinsip-prinsip Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Peserta didik akan mempelajari tentang berbagai bentuk sediaan obat di dunia farmasi, peralatan produksi, teknik analisis, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri farmasi.  Cakupan pembelajaran utama dalam konsentrasi farmasi industri meliputi:

  • Dasar-dasar Kefarmasian: memahami terminologi farmasi, perhitungan dosis, dan prinsip-prinsip farmakologi dasar.
  • Proses Produksi Obat: menguasai tahapan-tahapan produksi berbagai bentuk sediaan obat (tablet, kapsul, sirup, injeksi, dll.) mulai dari penimbangan bahan baku hingga pengemasan.
  • Pengendalian Mutu: Memahami dan melaksanakan pengujian kualitas bahan baku, produk antara, dan produk jadi sesuai standar yang berlaku.
  • Regulasi Farmasi: Memahami peraturan perundang-undangan terkait industri farmasi dan registrasi obat.
  • Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB): Menerapkan prinsip-prinsip CPOB dalam seluruh aspek produksi untuk menjamin mutu produk.
  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3): Memahami dan menerapkan prosedur K3 di lingkungan industri farmasi.
  • Pengoperasian Peralatan Industri Farmasi: Menguasai dasar-dasar pengoperasian dan pemeliharaan peralatan yang digunakan dalam produksi obat.

PELUANG KERJA LULUSAN

Wirausaha

  1. Penyedia jasa produksi obat
  2. Penyedia jasa formulator
  3. Penyedia jasa perencanaan & pengendalian mutu produk
  4. Penyedia jasa pengujian mutu produk
  5. Penyedia jasa pengemasan obat

Bekerja

  1. Operator produksi
  2. Operator pengemasan
  3. Pengendalian mutu produk (Quality Control/ Quality Assurance)
  4. Tenaga logistik
  5. Pengembang produk (RnD, Product developer)
  6. Prajurit Karir (PK) TNI/ POLRI

Melanjutkanstudi

  1. D3 Farmasi
  2. D3 Analis Farmasi
  3. S1 Farmasi

SektorIndustri

  1. Industri alat kesehatan
  2. Industri  farmasi
  3. Industri obat herbal
  4. Industri kosmetika
  5. Pelayanan farmasi