MURID SMK PIM JUARA LKS FARMASI DIKMEN KOTA MALANG TAHUN 2026

KOTA MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Malang. Dinda Fanni Az-Zahra, siswi Kelas XI Farmasi Industri, sukses meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Kompetensi Murid (LKS) Dikmen tingkat Kota Malang Tahun 2026.

Dinda, yang merupakan alumnus MTs Khadijah Malang, mengaku tidak menyangka bisa berdiri di podium juara.

“Saya merasa sangat bersyukur dan nggak nyangka bisa meraih juara 2. Selain menjadi kebanggaan bagi saya, pencapaian ini juga menjadi motivasi besar untuk terus belajar dan memperbaiki kekurangan ke depannya,” ujarnya.

Menurut Dinda, tantangan terbesar selama kompetisi adalah menjaga fokus saat praktikum berlangsung.

“Rasanya saya harus benar-benar fokus pada pekerjaan saya sendiri tanpa terdistraksi oleh peserta lain,” katanya.

Ia menilai, kunci utama dalam kompetisi ini adalah pemahaman materi yang dipraktikkan serta ketelitian saat melakukan praktikum. Kesalahan kecil dapat berpengaruh besar terhadap hasil akhir.

Selama persiapan, Dinda mendapatkan pendampingan intensif dari Bu Dewi dan Pak Rizal selama kurang lebih satu pekan. Ia mematangkan kemampuan dalam pembuatan sediaan, perhitungan dosis, hingga penyusunan jurnal praktikum.

“Saya juga selalu mengevaluasi setiap latihan untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu saya perbaiki. Terima kasih untuk guru pembimbing yang selalu memberi masukan dan motivasi, serta dukungan penuh dari teman-teman,” tuturnya.

Pengalaman paling berkesan baginya adalah saat menyadari bahwa ia mampu menyelesaikan seluruh tahapan lomba dengan usahanya sendiri. Momentum itu menjadi pelajaran berharga tentang tanggung jawab dan kepercayaan diri.

Ke depan, Dinda menargetkan persiapan yang lebih matang, baik dari sisi teori maupun praktik.

“Saya ingin mempersiapkan diri dan mental dengan lebih baik. Semoga bisa meningkatkan kemampuan dan tampil lebih percaya diri, serta semoga SMK PIM selalu mendapatkan yang terbaik,” ungkapnya optimistis.

Menurutnya, LKS memberi banyak manfaat bagi murid. Selain melatih keterampilan dan ketelitian, ajang ini juga membentuk rasa tanggung jawab serta menjadi wadah untuk mengukur kemampuan diri sebelum terjun ke dunia kerja.

Di akhir perbincangan, Dinda menyampaikan pesan inspiratif bagi rekan-rekannya.

“Jangan takut untuk mencoba dan teruslah berlatih. Fokus pada proses, tetap disiplin, dan jangan mudah menyerah ketika menemui kesulitan. Karena setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan memberikan hasil terbaik.”

Prestasi Dinda menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, serta dukungan guru dan lingkungan sekolah mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat kota dan melangkah ke jenjang berikutnya.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *