Sebanyak 56 siswa kelas XII dari konsentrasi keahlian Farmasi Industri di SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM) mengikuti kegiatan Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Kegiatan yang diselenggarakan pada 25-26 September 2024 ini merupakan bagian dari proses penilaian untuk menilai keterampilan siswa sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku. Uji kompetensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa para siswa memiliki kemampuan yang mumpuni dan siap memasuki dunia kerja di sektor farmasi.
Kegiatan UKK dilaksanakan dengan melibatkan dua asesor profesional dari LSP Komunitas Farmasi Indonesia (KFI), yaitu apt. Rosalina Hutahaean, S.Farm., M.Farm. dan apt. R.A. Rogayah Effendy, S.Si., M.Farm-Klin.. Kedua asesor tersebut memiliki pengalaman dan keahlian di bidang farmasi yang sangat relevan, serta diakui dalam dunia industri farmasi.
Uji kompetensi ini dilakukan di Tempat Uji Kompetensi SMK PIM, dengan skema uji Okupasi Asisten Tenaga Kefarmasian di Industri Farmasi. Para peserta (asesi) dinilai kemampuannya dalam berbagai aspek di industri farmasi, seperti pengelolaan bahan baku dan bahan kemas, penimbangan bahan, pengelolaan produk jadi, in process control (IPC), serta komunikasi.
Selama kegiatan, para siswa diuji melalui serangkaian tes teori dan praktik yang mencakup bidang-bidang kritis dalam farmasi industri. Uji kompetensi ini menilai tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga sikap profesional dan kemampuan siswa dalam bekerja dengan standar yang ditetapkan oleh industri farmasi.


“Tujuan utama dari uji kompetensi ini adalah untuk memastikan bahwa siswa kami siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan memerlukan keahlian khusus dalam bidang farmasi industri,” ujar Eka Tries Yuliani, S.Si., Kepala SMK Putra Indonesia Malang.
Senada dengan itu, salah satu asesor, apt. R.A. Rogayah Effendy, S.Si., M.Farm-Klin., juga menambahkan bahwa SMK PIM telah memberikan pembekalan yang sangat baik kepada siswa, terlihat dari kemampuan yang mereka tunjukkan selama uji kompetensi. “Kami berharap para siswa dapat melanjutkan perjalanan karier mereka dengan membawa sertifikat kompetensi yang dapat membuka peluang lebih luas di dunia kerja.”
Sertifikat Kompetensi sebagai Modal Masuk Dunia Kerja
Setelah melalui rangkaian uji kompetensi, para siswa yang berhasil memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari BNSP. Sertifikat ini tidak hanya menjadi bukti penguasaan keterampilan praktis, tetapi juga memberikan keuntungan kompetitif bagi siswa dalam mencari pekerjaan.
“Melalui uji kompetensi ini, siswa-siswa kami akan memiliki bekal yang kuat untuk memasuki dunia industri farmasi, yang membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan berkompeten,” kata Eka Tries Yuliani.
Dengan keberhasilan kegiatan ini, SMK Putra Indonesia Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menyediakan pendidikan vokasi yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

